Thursday, July 19, 2012

[Fanfic TVXQ : Indo. Vers.] Break Out the Horror 14



FF Title    :         Grudge
Chapter     :         14/20
Genre        :         Brotherly Friendship, Angst, Drama, Horror.
Pairing     :         HoSu, YunJae, JaeSu, YooSu, MinSu (Straight)
Author      :         ha_neul  @asianfanfics.com
Indo.Trans.:       Aya Biruna
Desclaimer       :        
Unfortunately, the TVXQ members is not mine nor the story. I just translated my friend’s  fanfic. I love this fic, hope you like it too.
WARNING!         
Horror, Bloods, Supernatural.
Characters        :      
Xiah Junsu, Yunho, Jaejoong, Changmin and Yoochun.

Summary  :
Segalanya berjalan seperti kehidupan normal bagi DBSK. Tapi tidak demikian lagi sampai mereka pindah ke puri mereka yang baru, jauh dari pusat kota. Hal-hal yang aneh dan berbahaya pun terjadi, yang membahayakan hidup mereka.


Yunho mengelap wajah Junsu dengan handuk basah. Dia menghela nafas dan membelai kepala Junsu, setelah menempelkan handuk itu di dahi Junsu. Junsu telah tertidur beberapa saat yang lalu karena dia merasa begitu lelah dan terkuras. Yunho meraih tangan Junsu dan menggenggamnya dengan erat.
“Junsu-ah, hyeong akan menemukan cara lain... Kau tak perlu kalah pada makhluk itu...” bisik Yunho sebelum dia memagut kening Junsu. Beberapa saat kemudian, kelopak mata Junsu terbuka perlahan dan menatapnya.
“Hyeong...”
“Junsu, bagaimana keadaanmu sekarang?”
“Baik. Apa yang terjadi?” tanya Junsu lemah. Dia mencoba duduk, tapi Yunho menahannya.
“Tidak.. tak apa-apa. Jangan khawatirkan itu... Yoochun bilang kau menanyakan kami, kenapa?” Yunho tersenyum menatap wajah bingung Junsu.
“Aku hanya... ingin tahu tentang kalian. Aku belum ingat apapun, tentang kalian. Dan... rasanya seolah... kita ada hubungan... Aku ingin tahu kenapa...”
“Jadi, begitulah... lain kali, hanya bertanya saja pada salah satu dari kami, oke? Kau adalah orang terhebat yang pernah kami kenal,” kata Yunho.
Junsu tampaknya sangat tertarik dan menatap Yunho penuh harap, “Mengapa?”
“Karena kau kuat. Banyak hal yang telah terjadi dalam hidup kita, tapi kau masih berpikiran positif seperti biasanya. Kami mendapatkan kekuatan darimu...”
“Aku tak tahu kalau aku dulu begitu...”
“Kau masih begitu...”
“Apakah kita... kita dekat?”
“Yeah, sangat dekat. Kenyataannya, kaulah orang yang paling dekat denganku... kamu erat banget, tapi nggak apa-apa. Setidaknya, dengan cara itu, aku tahu kamu baik-baik aja...”
“Terima kasih...” bisik Junsu. Yunho mengangguk dan tetap membelai kepalanya.
“Hyeong...” bisik Junsu.
“Mmmm?”
“Apa Junsu pernah punya dendam sebelumnya?”
“Dendam?”
“Mmmm... aku sering memimpikan itu... Dan aku tak bisa ingat jika aku punya sebuah dendam sebelumnya...” ucap Junsu, keenakan dalam belaian Yunho.
“Emangnya mimpi tentang apa?” tanya Yunho setelah lama membisu.
“Aku bermimpi... ada dua orang anak laki-laki di sebuah rumah. Rumah itu sangat besar. Tapi aku tak dapat melihat wajah mereka. Salah satunya melarikan diri tiba-tiba. Dan yang satunya lagi... menjerit-jerit... rumah itu dilahap api. Aku diseret ke bawah dan terkejut saat salah satu dari mereka itu melarikan diri, meninggalkan sahabatnya... dalam rumah itu. Aku berpikir siapakah itu.”
“Dua anak laki-laki?” Yunho bertanya pada diri sendiri. Dia perlu tahu siapa gerangan mereka itu.
“Hyeong... Aku... lelah..” ucap Junsu lemah.
Yunho merengut dan menatap dongsaengnya penuh perhatian. Perlahan, Junsu memejamkan matanya dan tertidur.
“Apa yang sebenarnya sedang terjadi?” tanya Yunho pada diri sendiri.
***

Ketiga member lainnya berada di rumah. Yoochun telah tertidur lebih awal karena dia masih terkejut dengan apa yang telah terjadi. Jaejoong memasak di dapur, menunggu Yunho menjawab panggilan teleponnya. Changmin duduk di ruang tamu, menatap langit-langit. Dia mengawasi setiap sudut.
“Nggak mungkin lampu hias besar itu bisa jatuh begitu saja... ada yang tak beres di sini...” pikirnya. Dia mengingat kembali apa yang terjadi sejak hari pertama mereka tiba di puri itu.
“Junsu! Darahnya Junsu! Ya! Pergelangan tangannya terluka... tepat... di sini... dalam ruangan ini... coba kita lihat... mmmh...” Changmin mengamati seluruh tempat itu dan matanya menyipit seolah dia butuh konsentrasi. Lalu dia melihat sebuah gulungan kertas.
“Apa ini?” ia bertanya pada diri sendiri. Dia mengambil gulungan itu dan menemukan setetes darah kering padanya.
“Apakah hyeong melukai dirinya di sini?” Changmin berbisik pada dirinya sendiri. Dia hendak membuka gulungan itu saat Jaejoong memanggilnya.
“Min! Panggil Yoochun sekarang... saatnya makan malam!” panggil Jaejoong dari arah dapur. Changmin menaruh gulungan itu dalam kemejanya dan segera menjawab hyeongnya.
“Okay!” jawabnya dan berlari ke lantai atas di mana Yoochun masih sedang tidur. Dia membangunkan komposer itu dan kembali ke kamarnya. Dia telah tidur di kamar Junsu beberapa hari ini karena ia sangat merindukan hyeongnya yang lincah.
Dia menaruh gulungan kertas itu di meja lampu, di depan figura mereka. Changmin tersenyum dan mengusap figura itu sebelum ia ganti pakaiannya dan menarik Yoochun turun.
“Apakah Yunho sudah kembali?” tanya Yoochun. Jaejoong datang dengan hidangan penutupnya dan duduk dengan mereka.
“Nope. Dia akan menemani Junsu malam ini. Dan ada kabar gembira. Junsu diijinkan untuk pulang dua hari lagi. Mereka kagum bahwa Junsu bisa pulih secepat itu...”
“Tapi masih belum mengingat kita...” bisik Changmim, terutama pada dirinya.
“Tak apa Min. Kita bisa membantu dia untuk mengingat kita...” kata Jaejoong dengan seulas senyuman. Changmin dan Yoochun mengangguk, mereka lanjut mengunyah makanannya yang telah disajikan member tertuanya itu.
*****
Next chapter: Curse (Kutukan)

No comments: