Thursday, July 19, 2012

[Fanfic TVXQ : Indo. Vers.] Break Out the Horror 13



FF Title    :         Kill
Chapter     :         13/20
Genre        :         Brotherly Friendship, Comedy, Action, Drama
Pairing     :         HoSu, YunJae, JaeSu, YooSu, MinSu (Straight)
Author      :         ha_neul  (at asianfanfics.com)
Indo.Trans.:       Aya Biruna
Desclaimer       :        
Unfortunately, the TVXQ members is not mine nor the story. I just translated my friend’s  fanfic. I love this fic, hope you like it too.
WARNING!         
Horror, Bloods, Supernatural.
Characters        :      
Xiah Junsu, Yunho, Jaejoong, Changmin and Yoochun.


Summary  :
Segalanya berjalan seperti kehidupan normal bagi DBSK. Tapi tidak demikian lagi sampai mereka pindah ke puri mereka yang baru, jauh dari pusat kota. Hal-hal yang aneh dan berbahaya pun terjadi, yang membahayakan hidup mereka.

Yunho jadi terdiam seribu bahasa, Jaejoong dan Changhmin menatapnya dengan cemas. Apa yang dikatakan Gackt pada mereka telah membuat mereka sungguh terpukul.
“Hanya ada satu cara untuk membuat makhluk itu pergi... yaitu dengan membunuhnya. Bunuh dia, dan makhluk itu akan meninggalkan purinya...”
Yunho tiba-tiba menginjak rem, Jaejoong dan Changmin terkejut bukan kepalang. Yunho menggengggam kemudi sekuatnya. Dia tak bisa lagi menyembunyikan air matanya.
“Yunho?”
“Hyeong?”
“Apakah sungguh tak ada cara lain? Apakah membunuh Junsu begitu sepele bagi mereka?” bisik Yunho.
“Yun... kita nggak usah percaya kata-katanya... oke? Junsu membutuhkan penanganan orang-orang yang profesional... bukan dia.”
“Kenapa? Kenapa? Kenapa?”
***
Yoochun merengut memandangi Junsu yang berguling-guling dan mengigau dalam tidurnya. Tiba-tiba, Junsu menjerit-jerit dan meronta-ronta dengan agresif di atas tempat tidurnya. Yoochun mengerahkan segenap tenaganya untuk memegangi dia.
“Dokter! Dokter! Aishh! Junsu! Ini hanya mimpi buruk... tenanglah! Tenang!”
“Tidak! Tidak! Bunuh dia! Bunuh dia!”
“Junsu!” mata Yoochun terbelalak dan ia menghela nafas saat mata Junsu melotot, menatapnya. Junsu tak bergerak lagi, hanya melotot tajam padanya. Yoochun merasa ada sesuatu yang menghantam dan mendorongnya ke dinding.
“Junsu...” dia menarik nafas.
“Bunuh dia... bunuh dia... bunuh dia...” Junsu tetap bergumam seolah jiwanya lenyap dari tubuhnya. Yoochun bangkit dan membangunkan Junsu untuk duduk.
“Aku bilang bunuh dia! Bunuh dia!”
Yoochun terkejut, tanpa sadar menampar pria yang lebih muda itu. Dia terengah-engah dan masih terkejut dengan apa yang telah terjadi. Tubuh Junsu terkulai lemas dengan keringat bercucuran. Dia menatap Yoochun dengan mata setengah terpejam.
“Yoochun! Apa yang baru saja kau lakukan?”  KangIn dan Lee Teuk bergegas menghampiri mereka dan mengambil alih Junsu dari tangan Yoochun. Eunhyuk menarik Yoochun untuk menjauhiranjang itu, tapi Yoochun tak bisa berdiri dan terkulai bersimpuh di atas lantai. Ia masih gemetaran dan menatap telapak tangannya sendiri. Dia tak percaya telapak tangannya telah menampar dongsaengnya sendiri.
“Yoochun! Kenapa kau lakukan hal itu?” tanya Kibum Suju yang baru saja datang membesuk saat mereka mendengar berita itu dari managernya. Yoochun kemudian memandang Junsu yang sedang menatapnya.
“Permisi,” Yoochun secepat kilat berlari ke luar dan mengambil phoneselnya. Tapi dia menyimpannya kembali saat ia lihat ketiga member yang lain berlari menghampirinya.
“Yoochun? Apa yang terjadi?”
“Hyeong... aku.. percaya padamu... ayo kita tolong dia... Itu bukan.. Junsu... Ayo kita dapatkan... Junsu kembali... oke?”
“Yoochun, tenangkan dirimu...” kata Yunho.
Tak lama kemudian, mereka terkejut saat mendengar jeritan dan melihat member Suju lari berhamburan keluar dari ruangan itu.
“Junsu...” Yunho berlari ke dalam kamar itu dan melihat Junsu duduk di atas ranjang itu dengan wajah penuh amarah.
“Siapa kau?” tanya Yunho. Dia tak tahan lagi, “Apa yang kau lakukan di sini? Di mana Junsu?”
“Bunuh dia! Baru aku akan pergi!” katanya. Tapi suaranya begitu menyeramkan bagi mereka. Jaejoong dan Changmin menghela nafas, saat mereka menghampiri Yunho.
“Tidak!” Yunho balas berteriak. Bunuh! Bunuh! Bunuh! Mengapa belakangan ini begitu banyak kata-kata itu?
“Kalau begitu aku akan membunuhnya sendiri!” mereka terkejut saat Junsu memanjat jendela.
Tiba-tiba seorang pria datang dan menarik Junsu ke dalam genggamannya. Junsu meronta-ronta dan menjerit-jerit. Pria itu komat-kamit membisikkan sesuatu dan Junsu melemah.  Saat pria itu mengusap wajah Junsu dengan telapak tangannya, Junsu pingsan dan terengah-engah.
“Junsu!’ Yunho berlari menghampiri dan mengambil alih Junsu dari  tangan orang itu. Yang lain mengikutinya.
“”Si... siapa kau?” tanya Changmin. Mata mereka terbelalak saat pria itu mendongak pada mereka.
“Kupikir kau menolak untuk menolongnya...?” tanya Yunho.
Pria itu hanya menyeringai dan menghampiri Junsu yang terbaring di atas ranjang. Dia meraih tangan Junsu dan menemukan sebuah bekas luka di pergelangan tangannya.
“Ini?”
“Junsu tak sengaja melukai dirinya saat pertama kali kami pindahg ke rumah itu...” kata Yoochun.
Gackt menghela nafas dan berlalu dari kamar itu.
“Tunggu! Anda mau pergi ke mana?” tanya Jaejoong. Karena pria itu ada di sini, dia mungkin sadar akan apa yang sedang terjadi kan?
“Tak ada cara lain. Makhluk itu menginginkannya...”
“Tolong jangan bilang pada kami bahwa...”
“Itu kenyataan yang harus kalian terima..” Gackt berlalu dengan wajah yang merengut dan tegas.
 Mereka menatap Junsu dengan iba. Junsu tampak begitu pucat dan lemah.
“Aku tak mau...” bisik Yunho pada dirinya sendiri, menahan air matanya. Para menber Suju menghela nafas dan memandang mereka dengan tatapan tak percaya.
“Hyeong, ada apa sebenarnya ini?” tanya Eunhyuk. Hanya helaan nafas lah jawaban yang mereka dapatkan.
*****
Next chapter: Grudge (Dendam)

No comments: