Thursday, March 17, 2011

[Fanfic TVXQ : Indo. Vers.] I’m Holding Back the Tears -Yunho- (Kutahan Air Mata -Yunho-) 24






Chapter    :   24/30
Title         :   Heart
Genre        :   Brotherly Friendship, Angst
Author    :   ha_neul  (at asianfanfics.com)
Desclaimer     
Unfortunately, the TVXQ members is not mine nor the story. I just translated my friend's  fanfic. I love this fic, hope you like it too.
WARNING!            
Prepare the tissues, it's very very angst and touching!!
Characters      
TVXQ's Yunho, Junsu, Jaejoong, Changmin and Yoochun.
Summary
ha_neul said that she watched 'One Litre of Tears' before she got the inspiration to wrote this story. And I adore this fanfic. Angsty but beautiful friendship story.

Ini adalah sebuah cerita tentang pengorbanan, kesetiaan, ketabahan, persahabatan yang kuat dan tulus… walau penuh ranjau berduri… jalan berliku… *lebay dikit boleh kan?*



[Jaejoong]
Kudengar suara gedebuk keras dari kamar Junsu. Kupikir ia sedang keuar. Jadi aku pergi mengintip ke dalam kamar itu dan melihat dia sedang terbaring di lantai.
"Junsu!" aku segera mendekapnya dan terkejut melihat ekspresi kesakitannya. Tubuhnya gemetar, dia tampak pucat dan dia merintih kesakitan.
"Di mana obat - obatanmu?"
"Di... la... la... ci..." kubaringkan dia di tempat tidurnya dan segera menggapai lacinya. Kutemukan sebotol kapsul dan memberikan padanya. Dia meminum dua kapsul dan menarik nafas dalam. Aku ketakutan dan membelai kepalanya.
"Junsu?"
"Aku... lelah... bangunkan aku... saat... siap... untuk... latihan... oke?"
"Kamu tak apa - apa? Kenapa kita tidak pergi ke rumah sakit saja?"
"Aku... tak apa... biarkan aku... istirahat... sebentar..."
"Baiklah. Istirahat yang cukup," kubelai pipinya. Dulu pipinya tembem dan bisa dicubit. Sekarang tidak lagi. Dia tersenyum getir padaku dan tertidur. Apa Junsu sungguh tak apa - apa?

[Yunho]
Pagi ini, aku pergi menemui dokter yang menangani Junsu. Aku tak dapat mempercayainya. Kuhapus air mataku berulang kali, tapi tampaknya gagal. Akhirnya, kubiarkan perasaanku lepas.
"Bagaimana sebenarnya keadaan Junsu?"
"Saya katakan sejujurnya, jantungnya menurun drastis. Jantungnya mungkin tak kan bertahan sampai dia menemuka donor. Tubuhnya melemah seiring dengan melemahnya detak jantungnya. Pada saat ini, saya hanya dapat memberinya obat pereda saja. Tapi jangan membuatnya bekerja terlalu berat..."
"Apa sungguh tak ada cara lain?"
"Kami telah berusaha yang terbaik, secepat mungkin menemukan pengobatannya... ini penyakit yang jarang, oleh karena itu sangat sulit bagi kami. Maafkan kami tuan Jung. Kami janji, akan  berusaha semampu kami. Tapi kami tak dapat memberi jaminan... hanya itulah yang dapat saya katakan."
Ya Tuhan, kuharap keajaiban terjadi lagi... seperti apa yang kau berikan padaku... tolonglah... selamatkan Junsu...

[Junsu]
Jae hyeong membangunkanku sore ini. Kini kami semua berada di sini, di hall. Kami akan mengadakan pertunjukan kecil untuk cassie kami besok. Aku merasa bahagia. Kepalaku terasa berkunang - kunang sekarang. Aku tak ingin yang terjadi pagi tadi terulang lagi. ae hyeong terus saja bertanya bagaimana keadaanku. Aku merasa tak sehat. Sungguh... kepalaku pusing, dadaku terasa berat, dan aku merasa lemas.
"Junsu? Kau tak apa - apa?" tanya Jae hyeong lagi saat kami di atas panggung. Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Kemudian aku sadar bahwa diriku hampir pingsan lagi saat Yoochun menangkapku dalam rengkuhannya.
"Kau yakin? Kau nampak tak sehat."
"Aku baik - baik saja. Hanya lelah..." aku menarik diriku menghindar dari Yoochun. Aku mungkin segera pingsan kapan saja. Tapi tolonglah, tidak sampai acara ini selesai. DBSK kembali... aku tak ingin mengacaukan momen ini.
“Junsu…” aku menoleh pada Yunho hyeong. Dia menarikku lebih dekat dan membaringkanku, merebahkan kepalaku di atas pangkuannya.
“Hyeong?”
“Tidurlah sebentar. Oke? Jaga dirimu…” ucapnya sambil membelai kepalaku. Dia tidak tahu kan? Sepertinya dia sudah tahu, tapi tidak kan? Aku merasa begitu nyaman dengan sentuhannya, bahkan tak menyadari saat aku tertidur.

[Yoochun]
Dia hampir pingsan tapi aku menyangganya. Matanya terpejam dan dia tampak begitu lelah. Kini , ia tertidur, merebahkan diri di atas pangkuan Yunho hyeong. Aku ingat apa yang telah diucapkan Changmin padaku pagi tadi. Dia masih belum mengatakannya pada jaejoong hyeong, jadi ia bilang padaku terlebih dahulu. Aku tak dapat percaya bahwa Changmin telah menemui Junho hyeong dan menanyakan padanya tentang Junsu.
Perasaan itu kembali lagi. Perasaan saat kami merasa tertekan saat menghadapi masalah Yunho hyeong. Sungguh menyakitkan… kenyataannya, Junsu adalah orang yang paling dekat denganku, tapi dia tidak mengatakan segalanya padaku. Apa yang dapat kulakukan untuknya kini? Melihat sikap Yunho hyeong, aku piker dia juga sudah mengetahuinya. Tapi bisa saja tidak, kan?
The original english chapter
Give the appreciation to the Author, ha_neul

[Fanfic TVXQ : Indo. Vers.] I’m Holding Back the Tears -Yunho- (Kutahan Air Mata -Yunho-) 23



Chapter    :   23/30
Title         :   Truth
Genre        :   Brotherly Friendship, Angst
Author    :   ha_neul  (at asianfanfics.com)
Desclaimer     
Unfortunately, the TVXQ members is not mine nor the story. I just translated my friend's  fanfic. I love this fic, hope you like it too.
WARNING!            
Prepare the tissues, it's very very angst and touching!!
Characters      
TVXQ's Yunho, Junsu, Jaejoong, Changmin and Yoochun.
Summary
ha_neul said that she watched 'One Litre of Tears' before she got the inspiration to wrote this story. And I adore this fanfic. Angsty but beautiful friendship story.

Ini adalah sebuah cerita tentang pengorbanan, kesetiaan, ketabahan, persahabatan yang kuat dan tulus… walau penuh ranjau berduri… jalan berliku… *lebay dikit boleh kan?*


[Yunho]
Aku sedang jalan - jalan di taman saat kulihat Junho tergesa - gesa entah mau ke mana. Jarang sekali melihat Junho akhir - akhir ini. Ku pikir dia melihatku, ternyata tidak. Mungkin dia sedang ada masalah, jadi aku mengikutinya. Aku terkejut melihatnya bersama Changmin. Mereka tampak terlalu serius, jadi aku bersembunyi tak jauh dari sana. Tadinya aku ingin mengejutkan mereka saat kudengar percakapan mereka.
"Hyeong, aku tahu ada sesuatu yang tak beres. Katakanlah, ada apa sebenarnya? Aku tanya Yoochun hyeong, tapi dia tak tahu apapun sama sekali. Kutanya Juns hyeong, tapi dia tak bilang apapun. Aku cape dengan semua sadiwara ini! Jangan berpura - pura lagi, tolonglah... Tinggal tiga hari lagi tersisa sebelum kami manggung. Aku perlu tahu... sangat perlu!"
"Bagaimana kau tahu ada sesuatu yang tak beres?"
"Kenapa Junsu hyeong meminta untuk tampil di panggung begitu tiba - tiba? Dari sifatnya, dia akan minta liburan atau bahkan jalan - jalan di taman seharian. Kalau pertunjukan, biasanya Yunho hyeong atau Yoochun hyeong yang minta, bukan dia. Dan itu terjadi setelah dia menghilang selama empat hari? Kenapa ini?"
"Sungguh Junsu tak pernah bilang apapun pada kalian, aku mengerti..."
Apa yang terjadi di sini?
"Hyeong... ini masalah... jantungnya?"
"Ya..."
"Apa yang terjadi?"
"Setelah Yunho membaik, dia tetap bolak - balik ke rumah sakit, menanyakan kalau saja dia masih punya kesempatan. Pihak rumah sakit sudah menyatakan sebelumnya bahwa dia mendapatkan donor. Tapi ada kecelakaan dengan jantung itu, dan Junsu tak dapat menjalani pecangkokan itu. Kesehatannya semakin memburuk, dan dia sungguh membutuhkan donor jatung. Selama beberapa hari menghilag, dia bersamaku. Kami telah menanya banyak rumah sakit, tapi tak ada satupun jantung yang cocok untuknya. Jadi dia menyerah. Lalu dia kembali pada kalian. Aku tahu dia akan meminta untuk konser. Dia selalu menonton ulang penampilan kalian sebelumnya..."
"Dia... dia tidak bilang pada kami..."
"Tentu saja dia takkan bilang pada kalian. Junsu tak ingin seorangpun dari kalian kecewa lagi. Apa yang telah terjadi pada Yunho hyeong telah membawa kalian semua pada situasi yang sulit. Dia ingin kalian semua bahagia, dan kalian akan mendapatkan kembali sebuah keluarga seperti sebelumnya. Sanggupkah kalian menyaksikannya menyerah? Tidak kan? Dia tak akan memperlihatkan sisi lemahnya itu. Tadi malam, dia meneleponku...bercerita tentang bagaimana kalian semua berkumpul lagi seperti sebelumnya, bagaimana Yunho hyeong mengajaknya untuk tidur bersama kalian semua... dia sangat memuji Yunho hyeong atas kemajuannya..."
Aku memegang dadaku saat mendengar apa yang mereka katakan. Junsu juga menderita, tapi dia tetap diam demi kebaikanku? Begitu sayangkah ia pada hyeongnya ini?
"Changmin, tolong jaga dia dalam konser itu ya. Aku akan mengawasinya dari belakang. Baiklah, sebenarnya, aku selalu mengawasinya setiap hari. Jangan biarkan ia kelelahan, tak baik buat jantungnya. Dan tolong, jangan bilang pada mereka tenyang hal ini, terutama Yunho hyeong. Dia akan kecewa bila tahu Junsu menembunyikan sesuatu darinya."
Terlambat... aku sudah tahu. Changmin tampak bimbang. Dia pasti tak ingin berbohong pada para hyeongnya. Changmin, aku mengerti jika kau lakukan hal ini demi aku... Junsu, hyeong tak akan membiarkanmu menyerah begitu saja. Jika hyeong dapat bertahan sampai saat ini, kamu juga bisa. Hyeong akan lakukan apapun demi kamu, bahkan jika hyeong harus mengorbankan hidupku.
"Aku... maafkan aku hyeong. Aku akan bilang pada Jaejoong hyeong dan Yoochun hyeong tentang hal ini. Aku tak akan bilang pada Yunho hyeong karena ia masih dalam proses penyembuhan. Aku perlu mengatakan pada mereka. Mereka berhak tahu. Jangan khawatir, kami tak akan terlalu memperlihatkan dari pengetahuan Junsu... terima kasih hyeong..."
Aku melangkahkan kaki kembali ke apartemen dan memikirkan tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Jaejoong sedang berada di ruang musik bersama Yoochun, aku tahu hanya dengan mendengar suara mereka. Tapi aku tak melihat Junsu. Jadi aku pergi ke kamarnya dan melihat dia sedang tidur.
Junsu, dia adalah satu - satunya yang menaruh kepercayaan penuh saat aku sakit. Dia bahkan memohon padaku malam itu. Malam di mana telah mebuka mataku betapa salahnya aku bersikap demikian. Aku tak akan membiarkannya bersikap seperti aku dulu.

<a href=”http://www.asianfanfics.com/story/view/2279/23/i-m-holding-back-the-tears-yunho-dbsk-yunho/”> The original english chapter</a>

Give the appreciation to the Author, ha_neul