Sunday, February 27, 2011

[Fanfic TVXQ : Indo. Vers.] I’m Holding Back the Tears -Yunho- (Kutahan Air Mata -Yunho-) 22



Chapter          :    22/30
Title                :    Relief
Genre             :    Brotherly Friendship, Angst
Author            :    ha_neul  (at asianfanfics.com)
Desclaimer    
Unfortunately, the TVXQ members is not mine nor the story. I just translated my friend's  fanfic. I love this fic, hope you like it to.
WARNING!              
Prepare the tissues, it's very very angst and touching!!
Characters     
TVXQ's Yunho, Junsu, Jaejoong, Changmin and Yoochun.
Summary       
ha_neul said that she watched 'One Litre of Tears' before she got the inspiration to wrote this story. And I adore this fanfic. Angsty but beautiful friendship story.

Ini adalah sebuah cerita tentang pengorbanan, kesetiaan, ketabahan, persahabatan yang kuat dan tulus… walau penuh ranjau berduri… jalan berliku… *lebay dikit boleh kan?*


[Yunho]
Sudah dua minggu berlalu. Aku berusaha menjalani semua pengobatan, dengan bantuan keluargaku dan DBSK. Siapa yang akan percaya kalau aku masih dapat bertahan hidup setelah semua yang terjadi? Aku masih belum bisa berjalan dengan baik. Tapi tak mengapa… aku akan belajar perlahan. Agar suatu hari aku bisa berjalan… bisa menari… di hadapan Cassie kami. Kini aku merasa lega… Terima kasih Tuhan…
“Hyeong…” aku menoleh dan melihat Changmin. Dia membawaku ke taman, menikmati senja bersama. Jaejoong tampak dari jauh, sedang bermain – main dengan beberapa orang anak – anak. Jika dia adalah perempuan, pasti aku sudah jatuh cinta padanya. Atau jika aku yang perempuan… konyol sekali pikiranku!
“Kau mau kembali?” Tanya Changmin saat dia duduk di bangku itu, di samping kursi rodaku. Aku menggeleng, dan menepuknya.
“Tak apa – apa. Kita di sini sebentar lagi.”
“Aku sangat bahagia untukmu, hyeong…”
Aku menatapnya. Changmin tersenyum, menunjukkan wajahnya yang penuh syukur. Aku membelai kepalanya, dan dia mulai tertawa.
“Min, jangan menangis. Hyeongmu telah kembali untukmu…”
“Ya… aku tahu…” dia mengangguk dan mengendus.
Lalu aku teringat sesuatu. Beberapa hari ini aku tidak melihat Junsu. Ke mana anak itu? Apa dia baik – baik saja?
“Min, di mana Junsu?”
“Entahlah. Aku tak melihatnya empat hari belakangan ini. Kupikir mungkin dia bersama Junho hyeong. Dia sudah menemuimu?”
“Tidak…”
“Jangan khawatir hyeong. Kuyakin dia baik – baik saja…”
“Kuharap juga begitu…” Bagaimana jantungnya sekarang? Junsu…

[Yoochun]
Aku memutar - mutar kaleng minuman di genggamanku dengan senang. Changmin memintaku membelikan kopi, tapi aku membelikannya kola. Aku akan menertawakan wajahnya setelah ini. Aku tertegun saat kulihat seseorang yang begitu kukenal berjalan di depan kami.
“Ya ampun! Junsu!” aku berlari kearahnya, tapi berhenti saat dia pun menghentikan langkahnya. Dia tidak menoleh.
“Ke mana saja kau selama empat hari ini? Kami tidak melihat batang hidungmu! Eunhyuk bilang kau bersama Junho! Bagaimana keadaannu?” tapi dia tak menjawab. Aku tahu ada sesuatu yang janggal. Kuletakkan minuman itu ke dalam tasku. Perlahan, aku menariknya dan memalingkannya untuk menghadapiku. Dia tidak mendongak, tapi wajahnya basah oleh air mata.
“Junsu? Ada sesuatu yang buruk?” kuhapus air matanya dan dia hanya menangis bisu.
“Chunnie…”
“Ya?” aku mulai khawatir. Apa Junsu baik – baik saja? Jantungnya sehat, kan?
“Ayo kita konser… bersama…”
“Junsu, apa yang sedang kau bicarakan?”
“Mari kita membuat sebuah pertunjukan… ayo kita bernyanyi lagi di hadapan orang – orang… hanya bernyanyi… itu saja… bersama… sebagai DBSK…”
“Junsu? Kenapa kau berkata begini? Adakah sesuatu yang terjadi? Jantungmu? Apakah jantungmu Junsu?” kubelai pipinya. Sungguh dia tampak pucat. Dia menggeleng dan mencoba tersenyum.
“Bukan… aku hanya berhasrat untuk bernyanyi bersama lagi… sebagai berlima… bisa kan?”
Aku menarik nafas dalam dan menatap matanya.
“Kapan? Aku akan bilang pada mereka…”
“Bisa kita adakan minggu depan?”
“Begitu cepat?”
“Hanya pertunjukan sederhana… itulah harapanku.. Di samping itu, seluruh dunia akan tahu bahwa sekarang Yunho hyeong sehat. Bukankah itu hebat?”
Ada yang tak beres. Aku bisa merasakannya. Junsu tak  pernah begitu menuntut begini sebelumnya. Dia mencoba tersenyum, tapi tampak getir. Aku hanya bisa menghela nafas. Apa yang bisa kujawab pada mereka jika aku bilang tentang hal ini? Jaejoong hyeong pasti akan mencekikku karena tak tahu jawabannya.
“Junsu… kau bisa cerita padaku…”
“Aku baik – baik saja…” dia tertawa getir, dan sungguh pedih mendengarnya, “Chunnie…”
“Hmmm?”
“Bisa kau peluk aku sebentar?”
“Tentu…” aku tersenyum padanya dan menariknya lebih dekat. Kupeluk ia dengan erat dan dia gemetar dalam dekapanku. Dia menangis dan melekat padaku seolah hidupnya bergantung pada itu. Aku tak akan bertanya apapun lagi.
“Aku bersyukur Yunho hyeong sudah sehat sekarang…” bisiknya. Aku mengulurkan tanganku untuk membelai kepalanya penuh kasih saying. Kami tetap begitu selama hampir dua jam.
“Terima kasih…”
“Kau baik – baik saja sekarang?”
“Ya.. aku akan kembali… hyeong sedang menungguku. Aku tak ingin dia menunggu lebih lama lagi.”
“Kau yakin?”
“Ya… bilang pada yang lain bahwa aku akan kembali lusa… Kapan Yunho hyeong akan pulang?”
“Semoga saja besok.”
“Bagus! Baiklah kalau begitu, sampai jumpa!”
“Hati – hati!” kulihat ia berlari. Aku mulai khawatir. Konser? Bisakah?

<a href=”http://www.asianfanfics.com/story/view/2279/22/i-m-holding-back-the-tears-yunho-dbsk-yunho/”> The original english chapter</a>

Give the appreciation to the Author, ha_neul

[Fanfic TVXQ : Indo. Vers.] I’m Holding Back the Tears -Yunho- (Kutahan Air Mata -Yunho-) 21



Chapter          :    21/30
Title                :    Finally
Genre             :    Brotherly Friendship, Angst
Author            :    ha_neul  (at asianfanfics.com)
Desclaimer    
Unfortunately, the TVXQ members is not mine nor the story. I just translated my friend's  fanfic. I love this fic, hope you like it to.
WARNING!              
Prepare the tissues, it's very very angst and touching!!
Characters     
TVXQ's Yunho, Junsu, Jaejoong, Changmin and Yoochun.
Summary       
ha_neul said that she watched 'One Litre of Tears' before she got the inspiration to wrote this story. And I adore this fanfic. Angsty but beautiful friendship story.

Ini adalah sebuah cerita tentang pengorbanan, kesetiaan, ketabahan, persahabatan yang kuat dan tulus… walau penuh ranjau berduri… jalan berliku… *lebay dikit boleh kan?*


[Changmin]
Kami melangkah perlahan, takut akan apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruangan itu. Aku berusaha melawan air mataku. Begitu kami melangkah ke dalam ruangan itu…
“Hai sobat…” kami melihat Yunho hyeong tersenyum pada kami. Dia tampak pucat dan lemah, tapi dia tersenyum pada kami. Akhirnya… aku tak dapat lagi menahan air mataku dan berlutut di sana, terisak sejadinya. Akhirnya…
“Syukurlah… akhirnya…” aku menatapnya sekali lagi. Ini bukan lelucon. Dia di sini… sedang tersenyum…

[Yoochun]
Aku menghela nafas saat dia memanggil kami. Aku kehilangan kata – kata saat menatapnya sedang tersenyum pada kami. Changmin lunglai dan aku memeluknya. Aku menangis bersamanya. Ya… akhirnya… syukurlah… terima kasih Tuhan…
Setiap saat… setiap kesukaran saat ini… segalanya berharga… W masih ada di sini, untuk kami….

[Jaejoong]
Aku berlari dan memeluk dia. Aku telah begitu merindukannya. Aku merindukan saat dia memanggil kami. Dia hanya tertawa dengan mulut tertutup dan menggosok punggungku, menenangkanku. Tapi aku tak bisa, Aku sangat ketakutan akan kehiklangan dia. Dan saat ini, dia ada di sini… Yunho ada di sini…
“Changmin… Yoochun… kemarilah…”  aku melepaskan pelukan dan memanggil mereka. Keluarga Jung juga menangis, tapi tersenyum pada kami. Yoochun memapah Changmin menghampiri kami. Yunho mengembangkan tangannya seolah telah menanti kami dalam rengkuhannya.
Changmin segera memeluknya dengan erat, diikuti Yoochun. Aku berlutut dan menggenggam tangannya.
Akhirnya… akhirnya…
“Kau telah kembali…”
“Ya… Aku kembali…”

[Yunho]
Mendengar  suara keluargaku, aku telah berjuang untuk tetap hidup. Aku sangat ingin bertemu mereka. Kini aku dapat bertemu mereka dan adik – adikku dalam rengkuhan tanganku. Aku juga menangis, tapi Yoochun menghapus air mataku.
“Hyeong..!!” aku tersenyum padanya, Yoochun yang begitu cengeng…
“Mengapa kau menangis? Tidakkah kau bahagia?” tanyaku. Rasa sakit menjalar di sekujur tubuhku. Tapi tak mengapa… tak apa…Aku telah kembali… Rasa lelah, lemah, hal itu tak sebanding dengan ini.
“Aku bahagia! Sangat bahagia! Sungguh bahagia!” ucapnya dan dia menghapus air matanya dengan kasar. Tampaknya usaha dia gagal karena tangisnya semakin menjadi. Aku mengusap – usap punggungnya. Changmin tak dapat berkata apapun, hanya terisak. Dia telah menahan semuanya… menahan air matanya begitu lama… aku sangat mengenalnya.
“Aku kembali, Changmin… Hyeong kembali… hyeong tak apa – apa sekarang…”

[Junsu]
Aku bahagia hyeong telah kembali. Kami segera menuju kamarnya, tapi langkahku terhenti saat kulihat mereka tengah berpelukan. Aku tak berani mendekatinya. Aku tak ingin menangis di hadapan hyeong. Hyeong telah kembali, aku seharusnya tersenyum, bukan menangis. Aku mundur beberapa langkah dan lunglai dari sandaran dinding, terduduk di lantai. Akhirnya… terima kasih Tuhan… terima kasih… Aku menangis berat dan menutupi wajahku. Kugigit bibirku saat Junho hyeong menarikku dalam dekapannya.
“Sudah kubilang kan? Dia baik – baik saja… lihat?”
“Ya, dia baik – baik saja sekarang… dia telah kembali…” aku terisak dan menggenggam tangannya erat.
“Junsu…”
“Hyeong baik – baik saja… DBSK baik – baik saja sekarang…” Junho hyeong mengusap punggungku dan mengecup keningku. Aku menghela nafas saat seseorang menarikku dari Junho hyeong. Jae hyeong merengkuhku dalam dekapannya.
“Kenapa kau tidak masuk? Tidakkah kau ingin bertemu dengan Yunho hyeong? Dia sedang mencarimu…” Jae hyeong nyatanya berusaha menahan air matanya. Aku hanya dapat mengerjap – ngerjakan mata agar air mataku tak keluar lagi. Tapi aku gagal. Jae hyeong tersenyum dan menyubakkan rambut di dahiku.
“Kau takut ini hanya mimpi?”
Aku mengangguk, bagaimana jika ini hanya mimpi?
“Ayolah…” jae hyeong menggenggam tanganku dan membawaku ke dalam ruangan itu. Aku berjalan perlahan kea rah ranjang itu dan menatap hyeong. Hyeong masih pucat, lemah, tapi tersenyum.
“Hai, Junsu… kau merindukanku?” ucapnya lemah, tapi dengan seulas senyum. Aku takut menjawabnya. Bagaimana jika, dia akan pergi setelah aku menjawabnya?
“Junsu?” Jae hyeong mengusap punggungku, seolah ia tahu aku sedang bertarung dengan diriku sendiri. Hyeong meraih tanganku, untuk menggenggamku. Bagaimana jika, dia akan pergi setelah kusambut uluran tangannya? Aku tak ingin hal itu terjadi!”
“Ini nyata, Junsu…” aku menoleh pada Yoochun yang telah berada di sampingku. Dia menghapus air mataku saat dia, dia sendiri menangis. Aku menoleh pada Changmin, dia mengangguk dan tersenyum. Kemudian aku menoleh pada Junho hyeong. Dia tersenyum dan mengangguk juga. Apakah ini sungguh – sungguh nyata?
Aku meraih tangannya, perlahan… aku takut… takut kehilangan dia lagi. Dia menarikku lebih dekat dan kugenggam tangannya erat. Aku menatap genggaman tangan kami. Kehangatannya… kemudian kutatap dia, dia tersenyum padaku.
“Kau telah kembali…” aku memeluknya. Tangannya melingkar di punggungku perlahan.
“Ya Junsu. Hyeong kembali…”
“Selamat datang…” kubiarkan air mataku luruh dan lebih merebahkan diri lagi padanya. Sudah sekian lama sejak kami saling berpelukan. Akhirnya….


<a href="http://www.asianfanfics.com/story/view/2279/21/i-m-holding-back-the-tears-yunho-dbsk-yunho/"> The original english chapter</a>

Give the appreciation to the Author, ha_neul

[Fanfic TVXQ : Indo. Vers.] I’m Holding Back the Tears -Yunho- (Kutahan Air Mata -Yunho-) 20





Chapter          :    20/30
Title                :    Smile
Genre             :    Brotherly Friendship, Angst
Author            :    ha_neul  (at asianfanfics.com)
Desclaimer    
Unfortunately, the TVXQ members is not mine nor the story. I just translated my friend's  fanfic. I love this fic, hope you like it to.
WARNING!              
Prepare the tissues, it's very very angst and touching!!
Characters     
TVXQ's Yunho, Junsu, Jaejoong, Changmin and Yoochun.
Summary       
ha_neul said that she watched 'One Litre of Tears' before she got the inspiration to wrote this story. And I adore this fanfic. Angsty but beautiful friendship story.

Ini adalah sebuah cerita tentang pengorbanan, kesetiaan, ketabahan, persahabatan yang kuat dan tulus… walau penuh ranjau berduri… jalan berliku… *lebay dikit boleh kan?*


[Jaejoong]
Kami telah menunggu selama hampir seharian, kupikir… entahlah aku tak tahu. Aku menertawakan Yoochundan Changmin, Kuyakin mereka sudah kelaparan sejak kemarin. Changmin terus menjilati bibirnya, sementara Yoochun selalu menggosok – gosok perutnya.
“Chun, Changmin…”
“Mmh?” mereka menoleh padaku bersamaan.
“Kenapa kalian tidak makan dulu… ajak Junsu juga. Aku belum melihatnya di manapun.”
“Kau?”
“Aku akan makan segera…”
“Kalau begitu, aku akan membawakanmu roti…” kata Yoochun, dan aku mengangguk.
Aku sama sekali tak berselera, tapi aku bilang sebaliknya, karena mereka pasti akan tetap kelaparan. Aku menatap kepergian mereka. Aku berpikir dimana Junsu berada. Tapi Changmin bilang dia bersama Junho. Apakah Junho sudah tahu tentang Junsu? Aku terus berpikir…

[Junho]
Aku memandangi adikku makan supnya perlahan. Tangannya gemetaran dan terkadang dia mendengus. Aku butuh waktu yang lama, lebih lama dari biasanya untuk menenangkannya. Changmin mengirim pesan, bilang kalau dia dan Yoochun ada di kantin, jika aku butuh sesuatu.
“Hati -  hati… pelan…” bujukku pada cowok di hadapanku. Aku membujuknya untuk makan setelah kubilang padanya bahwa dia bisa menjenguk Yunho hyeong jika dia menghabiskan supnya. Dia tidak berselera dan aku tak akan memaksanya untuk makan nasi. Tapi dia butuh tenaga saat ini. Dia memandangku berkali – kali dan aku hanya bisa tersenyum.
“Kau tidak makan?”
“Tak apa. Hyeong bisa makan nanti… makanlah… pelan – pelan…” kataku sambil mengawasinya.
“Changmin dan Yoochun ada di kantin sekarang… sedang makan.”
“Jae hyeong?”
“Dia masih menunggu di luar ruangan itu. Yoochun akan membawakannya makanan.”
“Oooh… Yunho hyeong belum sadar?”
“Belum. Tapi ia akan sadar. Tidahkah kau percaya padanya?” tanyaku. Dia meletakkan sendoknya dan tetap membisu, menerawang, seolah sedang berpikir.
“Junsu?”  panggilku.
“Jika kita mempercayai dia, akankah dia benar – benar bangun? Jika kita mempercayainya sekarang, akankah dia sadar sekarang juga?” tanyanya padaku, dengan berjuta harapan terpancar dari sorot matanya. Aku membelai pipinya dan mengangguk.
“Ya.”
“Aku percaya padanya…” dia mencoba tersenyum dan aku mengecup keningnya. Kupeluk dia dengan erat dan mengusap – usap punggungnya.
“Yunho hyeong pasti sangat bangga padamu…” bisikku padanya, dan dia cekikikan.
“Tentu saja! Aku kan jagoannya DBSK,” ucapnya nakal.
“Baiklah  jagoannya DBSK. Habiskan supmu, jadi kita bisa menjenguk Yunho hyeong. Oke?” aku mengacak rambutnya sementara dia mengangguk senang. Dia mendapatkan tenaganya kembali, dengan harapan pada Yunho hyeong.

[Yoochun]
Kami telah selesai makan dan kembali pada Jae hyeong. Dia tampak senang, juga gugup. Changmin dan aku mulai khawatir dan bergegas menghampirinya.
“Hyeong? Ada apa?”
“Kita masih punya dua jam lagi…”
“Apa?” aku tak mengerti.
“Kita masih punya dua jam lagi… Yunho akan selamat…” kemudian aku sadar apa yang dia maksud. Aku menatap Changmin yang melihat jamnya dengan senyum gugup.
“Mulai saat ini sudah kurang dari dua jam lagi…”
“Di mana Junsu? Dia tidak bersama kalian?”
“Dia bersama Junho hyeong. Aku akan menghubunginya,”  Changmin menjauh beberapa langkah dan mulai menghubungi telepon Junho. Aku menatap Jaejoong hyeong. Seulas senyum  tersirat di wajahnya. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali dia tersenyum seperti itu. Tanpa sadar, aku juga tersenyum. Kini aku tahu sebabnya orang – orang bilang, kami aneh.
Tiba – tiba pintu ruangan itu terbuka dan adik perempuan Yunho keluar, dengan wajah  yang pucat.
“Oppa!” kami mulai ketakutan dengan caranya menatap kami. Apa yang terjadi dengan Yunho hyeong?

<a href="http://www.asianfanfics.com/story/view/2279/20/i-m-holding-back-the-tears-yunho-dbsk-yunho/"> The original english chapter</a>

Give the appreciation to the Author, ha_neul

[Fanfic TVXQ : Indo. Vers.] I’m Holding Back the Tears -Yunho- (Kutahan Air Mata -Yunho-) 19



Chapter          :    19/30
Title                :    Hope
Genre             :    Brotherly Friendship, Angst
Author            :    ha_neul  (at asianfanfics.com)
Desclaimer    
Unfortunately, the TVXQ members is not mine nor the story. I just translated my friend's  fanfic. I love this fic, hope you like it to.
WARNING!              
Prepare the tissues, it's very very angst and touching!!
Characters     
TVXQ's Yunho, Junsu, Jaejoong, Changmin and Yoochun.
Summary       
ha_neul said that she watched 'One Litre of Tears' before she got the inspiration to wrote this story. And I adore this fanfic. Angsty but beautiful friendship story.

Ini adalah sebuah cerita tentang pengorbanan, kesetiaan, ketabahan, persahabatan yang kuat dan tulus… walau penuh ranjau berduri… jalan berliku… *lebay dikit boleh kan?*


[Junho]
Aku segera datang saat Junsu memanggilku, tapi dia tidak bicara. Aku sangat khawatir dan aku memanggil Eunhyuk datang menemani. Di sini, di rumah sakit, kami melihat pemandangan yang dapat membuat kami menangis begitu saja. Super Junior juga datang, menenangkan anggota yang lainnya. Tapi aku tidak melihat adikku. Keluarga Jung juga tak tampak di manapun. Apa yang terjadi?
"Kang In hyeong, di mana Junsu?" tanya Eunhyuk. Aku harap dia tahu di mana dia. Kang In yang sedang mengkhawatirkan anggota DBSK yang lain menatapnya, sebelum ia juga melihat ke sekeliling. Hyeong juga tak tahu di mana anak itu berada.
"Hyeong..." aku  menoleh melihat Changmin menghampiriku, dengan wajah yang suram.
"Changmin, kau sudah melihat Junsu?" dia mengangguk dan berjalan ke sudut ruangan. Eunhyuk dan aku mengikutinya dan kami melihat Junsu di sana, sedang duduk di lantai yang dingin, memeluk lututnya. Ekspresinya kosong dan tak terbaca.
"Junsu..." Eunhyuk mendekatinya dan menggenggam tangannya. Dia masih tak bergerak atau bahkan menetap kami. Junsuku begitu lelah...
"Jangan duduk di sini... di sini dingin..." Eunhyuk mencoba menariknya bangun, tapi dia tetap di sana, seperti telah menempel di sana.
"Yunho hyeong..." bisiknya. Dia telah menjadi orang yang paling dekat dengan Yunho hyeong sejak masa-masa pelatihan mereka. Tak heran jika dia begitu terpukul dengan hal ini. Tapi aku tak tahan melihatnya. Aku berlutut di hadapannya, dan meraih wajahnya untuk menatapku.
"Kau lelah?" tanyaku lembut. Dia menatapku sesaat sebelum mengangguk.
"Hentikan semua ini..." bisiknya. Aku menggunakan jempolku untuk membelai pipinya dan tersenyum untuk membuatnya tenang.
"Semuanya akan segera berakhir," kuhapus air matanya dan  mengecup dahinya. Dia tampak pusing dan menerawang sebelum dia terkulai dalam rengkuhanku. Aku memeluknya erat dan memangkunya.
"Hyukjae... panggil dokter!" Eunhyuk berlari secepat mungkin memanggil seorang dokter. Aku menatap adikku yang pucat. Dia begitu kehilangan berat badan. Changmin datang dan menyelimuti dia dengan jaketnya.
"Changmin, apa kau tahu apa yang telah terjadi? Bagaimana sebenarnya keadaan Yunho? Di mana keluarga Jung? Changmin, apa yang terjadi di sini?" tanyaku padanya, tapi dia tetap membisu dan menatap Junsu.

[Yoochun]
Kami melihat Eunhyuk berlari entah dari mana dan mencoba bertanya padanya, tapi dia tampaknya tidak mendengar kami. Kulihat Jae hyeong, dia tampak jauh lebih baik dari beberapa jam yang lalu. Aku sangat berterima kasih pada saudara – saudaraku Super Junior. Mereka berdatangan dan menenangkan kami. Saat kulihat Junho, aku sadar Junsu menghilang. Aku sangat khawatir dan mengikuti Junho dan Eunhyuk. Tapi aku kehilangan jejak saat kudengar Jae hyeong memanggilku.
“Yoochun.”
“Hyeong…”
“Kita masih punya harapan…”
Aku tersenyum dan memeluknya. Ya, kami masih memiliki harapan. Yunho hyeong sedang dalam masa kritis, tapi kami masih punya harapan. Beberapa jam yang lalu merupakan sebuah mimpi buruk bagi kami, tapi mereka telah berusaha untuk membuatnya kembali. Yunho hyeong telah kembali. Kami masih harus menunggu sisa waktu 24 jam itu. Hyeong, kau adalah orang terkuat yang pernah kukenal!
Kulihat keluarga Jung yang berada di ruangan itu, dari balik kacanya. Mereka tampak sedih, tapi juga agak lega. Kulihat mereka terus mengatakan sesuatu padanya, berharap dia pun dapat mendengarnya dan membuatnya siuman. Aku sungguh berharap dia dapat mendengar mereka, dan mendengar kami segera. Tapi aku masih diliputi keraguan…
Bagaimana kalau…
Aku tak mau memikirkan hal itu. Sangat menyakitkan untuk dipikirkan. Jika… itulah kata yang dapat membunuhku suatu saat.

[Changmin]
Junsu telah siuman. Dia hanya pingsan selama dua sampai tiga jam saja. Tapi dia tampak lebih kelelahan saat dia sadar. Aku telah mengungkapkan segalanya pada Junho hyeong dan dia tak bicara sepatah kata pun. Dia sedang memikirkan sesuatu dan jemari tangannya membelai kepala Junsu penuh kasih sayang. Aku tersenyum, ingat bagaimana Yunho hyeong akan membangunkan Junsu, hanya dengan membelai pipinya.
“Kenapa kau tidak bilang padaku? Hmm?” tanyanya pada Junsu. Junsu seperti seorang anak kecil, tersedu.
“Aku takut. Jika Yunho hyeong sehat, maka kutahu, aku akan sehat juga. Jika dia tidak sehat, maka akupun tidak…”
“Ssshhh… tak apa – apa… tak apa – apa… Yunho hyeong sudah membaik sekarang… dia baik – baik saja…” dia membelai kepala Junsu dan membiarkan anak itu menangis sepuasnya. Aku tersenyum dan melangkah pergi.
“Hyeong, kami menyimpan kepercayaan padamu. Kami percaya padamu. Dan kuharap… aku sangat berharap… kau kan kembali pada kami… Aku sangat mengharapkannya…”  apa aku bodoh? Bicara sendiri? Hyeong… Kuharap kau bisa mendengar kami… mendengarku…
Yunho hyeong… kami masih menaruh harapan padamu…

<a href="http://www.asianfanfics.com/story/view/2279/19/i-m-holding-back-the-tears-yunho-dbsk-yunho/"> The original english chapter</a>

Give the appreciation to the Author, ha_neul