Tuesday, November 30, 2010

[LYRIC] Don’t Say Goodbye

동방신기

눈 맞추지 못하는 그댈 읽을 수 없죠
Sejak tatapmu tak mau bertemu pandang denganku , tak bisa lagi ku baca perasaanmu
길을 잃어버린 아이 같아서 기다리고만 있죠
Ku merasa seperti anak kecil yang tersesat, hanya bisa menanti.
어떤 말을 할건지 사실 난 알고 있죠
Apa yang kan kau ucapkan, sesungguhnya ku tahu.
진심이 아닌걸 눈치 챈걸요 눈물이 말하잖아요
Ku dapat merasakan semua itu bukan dari lubuk hatimu yang terdalam, air matamu mengungkapkan segalanya.

Don’t Say Goodbye 그 손을 놓지 말라는 마음이 들려요
Jangan ucapkan kata pisah, aku sungguh tak ingin melepas genggamanmu.
그대 맘이 들려요 아직 나만을 원하죠
Hati ini dapat mendengar, mendengar hatimu.
그댄 숨길 수 없죠 그댄 거짓말을 못하죠
Kau masih menginginkanku kan? Tak dapat kau sembunyikan, tak dapat kau dustai

허락할 수 없어요 헤어지잔 거짓말
Ku tak dapat izinkan, kau berpura-pura ingin berpisah.
눈을 보고 말해봐요 아니잖아요 진심 아니잖아요
Tatap mataku...katakanlah. Itu bukan...itu bukan yang sesungguhnya.

Don’t Say Goodbye그 손을 놓지 말라는 마음이 들려요
Jangan ucap kata pisah, sungguh ku tak ingin melepas genggamanmu.
그대 맘이 들려요 세상이 등 돌려도 힘든 사랑이라도
Hati ini dapat mendengar, mendengar hatimu. Duniapun dapat merasakan, meski cinta ini begitu melelahkan.
You are my love, you are my soul
Kaulah cintaku, kaulah jiwaku.

Don’t Say Goodbye don’t leave me now oh~
Jangan ucap kata pisah, jangan tinggalkan daku saat ini.
함께 나눈 약속이 내겐 전부인걸요
Janji yang kita ikrarkan bersama, segala-galanya bagiku.
Don’t Say Goodbye You are my everything to me
Jangan ucap kata pisah, kau segalanya bagiku.
지친 내 하루는 항상 그댈 찾겠죠
Hari-hari ku yang melelahkan, hanya mencarimu....
마르지 않는 샘처럼 그댈 사랑할께요
Seperti kolam yang tak pernah kering, ku kan mencintaimu
You are my love, you are my soul
Kaulah cintaku, kaulah jiwaku.

Don’t say good bye you are the only one for me
Jangan ucap kata pisah, kau Satu - satunya bagiku.
없었던 일처럼 오늘이 또 지나면
Seperti tak terjadi sesuatu, jika hari ini berlalu
서로 맘을 놓지 않고 모두 이겨내겠죠
Jangan biarkan kita saling meninggalkan, kita kan lalui semua ini.
Cause you are my everything to me
Karena kau segalanya bagiku
Cause you are my everything to me
Karena kau segalanya bagiku
 

[LYRIC] 時ヲ止メテ Toki Wo Tomete


(Tohoshinki)

急ぐように 夏の星座たちが ビルの谷間に傾いて隠れてく
Isoguyouni natsuno seiza tachiga biruno tanimani katamuite kakureteku
The summer stars are rushing away and fading out behind the buildings
Gemintang musim panas bergegas pergi dan menghilang di balik gedung-gedung.

通り過ぎる僕らの毎日 ちっぽけな事で 泣きそうな時もある
Toorisugiru bokurano mainichi chippokena kotode nakisouna tokimoaru
As the days are speeding by, Im almost in tears even with little things
Sebagaimana hari-hari berlalu cepat, aku hampir menangis bahkan dengan hal-hal kecil.

いつか君が行きたがっていた あの店はもう無くなってしまっ たけど
Itsuka kimiga ikitagatteita ano miseha mounakunatte shimattakedo
The shop that you have wanted to go has gone
Toko yang ingin kau kunjungi telah tiada lagi.

どんな日も僕たちは 「ふたりの恋は終わらない」と信じてい た
Donna himo bokutachiha futarino koiwa owaranaito shinjiteita
We have always believed that our love will never fade away
Kita selalu percaya bahwa cinta kita tak kan pernah pudar.

時ヲ止メテ ずっと君の そばにいたい
Tokiwo tomete zutto kimino sobaniitai
I want be with you forever, my love
Ku ingin bersamamu selamanya, cintaku.

見上げた空 願い込めて
Miageta sora negai komete
Looking up to the sky, I wish with all my heart
Menengadah ke langit, berharap dengan segenap hatiku.

ひとつひとつ 輝く星 繋げながら
Hitotsuhitotsu kagayaku hoshi tsunagenagara
Connecting the sparkling stars one by one
Merangkai gemintang yang berkilauan satu demi satu.

君の形・・・ 探してた
Kimino katachi sagashiteta
I am longing for your shadow
Ku rindukan bayangmu.

好きだよって 上手に言えなくって 波打ち際で震えた 幼い 恋
Sukidayotte jouzuni ienakutte namiuchigiwade furueta osanai koi
Im not good in expressing my love for you, my first love is trembling at the waters edge
Ku tak pandai mengungkapkan cintaku untukmu, cinta pertamaku gemetaran (goyah) di tepi air.

たどたどしく 並んだ目と目が 瞬きさえも 惜しいと感じて いた
Tadotadoshiku naranda metomega mabatakisaemo oshiito kanjiteita
Haltingly, side by side, our eyes cant even spare one blink
Terbata-bata, berdampingan, mata kita bahkan tiada dapat berkedip sebelahpun

砂に書いた誓いはすぐに 引く波にさらわれて 消えてしまっ ても
Sunani kaita chikaiha suguni hiku namini sarawarete kiete shimattemo
Even though our words are written in the sand, it will be immediately washed away by the waves
Walaupun kata-kata kita tertulis di atas pasir, kan langsung terbawa arus ombak.

あの頃の僕たちは 「ふたりの恋は変わらない」と信じていた
Anokorono bokutachiha futarino koiha kawaranai to shinjiteita
During those days, we have always believed that our love will never fade away
Selama hari-hari itu, kita selalu percaya bahwa cinta kita tak kan pernah pudar.

時ヲ止メテ ずっと君の そばにいたい
Tokiwo tomete zutto kimino sobaniitai
I want be with you forever, my love
Ku ingin bersamamu selamanya, cintaku.

もっと君を 抱きしめたい
Motto kimiwo dakishimetai
I want to hold you, again and again
Ku ingin memelukmu, berulang kali.

ひとつひとつ 君の事を 覚えながら
Hitotsuhitotsu kiminokotowo oboenagara
As Ive recognized you step by step
Sebagaimana selangkah demi selangkah ku tlah mengenalmu.

永遠だけ・・・信じてた
Eiendake shinjiteta
I just believed in an eternal love
Ku hanya percaya akan sebuah cinta abadi.

時ヲ止メテ ずっと君の そばにいたい
Tokiwo tomete zutto kimino sobaniitai
I want be with you forever, my love
Ku ingin bersamamu selamanya, cintaku.

見上げた空 願い込めて
Miageta sora negai komete
Looking up to the sky, I wish with all my heart
Menengadah ke langit, ku berharap dengan segenap hatiku.

ひとつひとつ 輝く星  繋げながら
Hitotsuhitotsu kagayaku hoshi tsunagenagara
Tying all the shining stars together
Bersama mencoba semua gemintang yang bersinar.

君の形・・・ 探してた
Kimino katachi sagashiteta
I am longing for your shadow
Ku rindukan bayangmu

時ヲ止メテ ずっと君の そばにいたい
Tokiwo tomete zutto kimino sobaniitai
I want be with you forever, my love
Ku ingin bersamamu selamanya, cintaku.

もっと君を  抱きしめたい
Motto kimiwo dakishimetai
I want to hold you, again and again
Ku ingin memelukmu, berulang kali.

ひとつひとつ 君の事を 覚えながら
Hitotsuhitotsu kiminokotowo oboenagara
I've recognized you step by step
Ku tlah mengenalmu setahap demi setahap.


永遠だけ・・・信じてた
Eiendake shinjiteta
I just believed in an eternal love
Ku hanya percaya akan sebuah cinta abadi.

[LYRIC] 네 곁에 숨쉴 수 있다면(White lies)


Composer:김준수(Kim Junsu)
Lyricist: 김준수(Kim Junsu)
Arranged by이윤재(Lee Yoon Jae)

얼마나 흘렀니행복했던
Eolmana heurryeoni haengbokhaetdeon
Berapa banyak waktu yang telah berlalu
너와 함께한 시간들
Neowa hamkkehan shigandeul
sejak kenangan bahagia kita
이제는 떠나 볼 수 없을텐데
Ijaeneun ddeona bol su eobseultaende
Aku bahkan tak bisa meninggalkannya sekarang
한없이 여린 널 두고
Haneobsi yeorin neol dugo
Meninggalkan kelembutanmu

널 보면 웃어야 하는데
Neol bomyeon oseoya haneunde
Ku harus tertawa di hadapanmu
환한 미소를 보여야 하는데
Hwanhan misoreul boyeoya haneunde
Ku harus tersenyum cerah di hadapanmu
자꾸 네 생각에 눈물이 나
Jakku ne saenggakae nunmuri na
Tapi saat memikirkanmu, ku mulai menangis


이젠 잊어야 하는데
Ijen ijeoya haneunde
Ku harus melupakanmu sekarang
기억 속에 지워야 하는데
Gieok soge jiwoya haneunde
Ku harus menghapusmu dari ingatanku
이젠 널 떠나가
Ijaen neol ddeonaga
Ku tinggalkanmu sekarang

단 한번 만날 수 있다면
Dan hanbeon mannal su ittdamyeon
Jika sekali lagi ku dapat bertemu denganmu
그대 날 바라볼 수 있다면
Geudae nal barabol su ittdamyeon
Jika kau melihatku lagi
내 모든 걸 당신께 보여 줄게요
Nae modeun geol dangshinkke boyeo jurgeyo
Kan kutunjukkan semua yang kumiliki untukmu
이제껏 숨겨온 내 사랑을
Ijekkeot sumgyeowon nae sarangeul
Semua cintaku yang tersembunyi

이 세상 나 없어도
I sesang na eobseodo
Walaupun ku tiada di dunia lagi
너만은 행복하기를 바랄게
Neomaneun haengboghagireul baralge
Ku kan slalu berharap kebahagiaanmu
울지마 제발 울지마
Uljima Jebal uljima
Jangan menangis, tolong jangan menangis
닦아줄 수가 없잖아
Dakkajul suga eobjanha
Aku bahkan tak mampu menghapusnya untukmu
널 볼까봐 너무 두려워
Neol Borkkabwa neomu duryeoweo
Ku takut karena mungkin ku bertemu denganmu
내 맘이 더욱 슬퍼질까봐
Nae mami deoug seulpheojilkkabwa
Karena hatiku mungkin semakin sedih
나 널두고 떠나야 하는데
Na neol dugo ddeonaya haneunde
Ku harus meninggalkanmu saat ini

사랑한단 흔한 말조차
Saranghandan heunhan maljocha
Walaupun kata – kata sederhana “Ku Cinta Kamu”
이제껏 말하지 못했는데
Ijekkeot malhaji moshaettneunde
Ku tak dapat ucapkan hingga sekarang
널 사랑한다고
neor saranghandago
bahwa aku mencintaimu

단 한번 만날 수 있다면
Dan hanbeon mannal su ittdamyeon
Jika sekali lagi ku dapat bertemu denganmu
그대 날 바라볼 수 있다면
Geudae nal barabol su ittdamyeon
Jika kau melihatku lagi
내 모든 걸 당신께 보여 줄게요
Nae modeun geol dangshinkke boyeo julgeyo
Kan kutunjukkan semua yang kumiliki untukmu
이제껏 숨겨온 내 사랑을
Ijekkeot sumgyeowon nae sarangeul
Semua cintaku yang tersembunyi

 나 떠날게 너 없는 먼 곳으로
Na ddeonalge no eobsneun meon goseuro
Ku kan pergi sekarang ke tempat yang tiada hadirmu
이대로 널 내안에 지워갈께
Idaero neol naeane jiweo galkke
Seperti ini… Ku
kan menghapusmu dariku

시간이 흘러 널 볼 수 있다면
Shigani heulleo neol bol su ittdamyeon
Sebagaimana waktu berlalu, jika ku dapat bertemu denganmu
정말 단 하루만이라도 널 만질 수 있다면
Jeongmal dan harumanirado, neol manjil su ittdamyeon
Jika saja ku dapat menyentuhmu suatu hari

영원히 떠나지 않을꺼야
Yeongwonhi ddeonaji anheulkkeoya
Ku tak akan pernah meninggalkan selamanya
누구보다 더 사랑한 그댈
Nuguboda deo saranghan geudael
Cintaku padamu yang melebihi segalanya

네 곁에 숨쉴 수 있다면
Ne gyeothe sumsuil su ittdamyeon...
Jika ku hanya bisa bernafas di sampingmu...

Monday, November 29, 2010

[Póém] Your Hurt, Hurt Me

I appreciated, if it's your decision
I know...
You don't want me to know the pain that you feel.
I know...
You don't want to hurt me with the sadness you feel.

But did you know?
Pretending that I don't know your sorrow...
it's make me more and more hurt.

Can't you see how sad I am...
knowing you're hurt, but I can't do anything...
cause I have to pretend unknow.

Don't you know?
I want to comfort you, when you're sad.
I want to cure your grief.
Cause... cause I began to fallin' for you...

Why didn't you share it to me??
I don't willing to know you suffer by yourself...

Monday, November 8, 2010

Fan Fic : 사랑하는 친구 Saranghaneun Chingu (Beloved Friend)


Fan Fiction Title  :     Saranghaneun Chingu (Beloved Friend)
2nd  Episode       :     Eternal
Genre                   :     Friendship, Romance???
Cast                     :     Shin Ling Ki, Shin Sang Mi, Xiah JunsuHero Jaejoong, Max  Changmin, Micky Yoochun, UKnow Yunho, etc.
Author                  :     아야 비루나시아  (Aya BirunaXiah)

Sang Mi membuka kamar kost itu perlahan, ia nampak lelah. Apa hari minggu begini ia tetap juga masih beraktivitas di kampus?
“Lho? Sang Mi, bukankah kemarin kamu pulang ke Daegu? Masih siang gini sudah kembali?" seorang yeoja yang sebaya dengannya keluar dari kamar sebelahnya. Yeoja jangkung itu pakaiannya cuek banget, memakai jeans biru dipadu T-shirt putih bergambar tokoh kartun yang 'menurutku' agak menyeramkan yang dijuluki Tazmanian devil (menurut keponakannya Sang Mi), serta sendal jepit hitam merah. Rambut sebahunya yang dikuncir belakang, ditutupi oleh pet berwarna hitam kombinasi ungu.
"Oh, aku gak jadi pulang. Di UKM-ku sedang nyiapin buat seminar pendidikan lusa. Kamu tahu sendiri kan, di situ anggota dan pengurusnya yeoja semua, saat ini mereka kurang aktif  karena sibuk juga di ORMAWA yang lain," jawab Sang Mi, "Kamu mau ke mana Eun Hye?"
"Oh, aku mau beli cemilan serta kebutuhan sehari - hari. Kamu mau nitip gak?" tanya Eun Hye.
"Anio, aku baru belanja kemarin."
"Ah, geurom," gadis jangkung tomboy itu berlalu.
Sang Mi masuk ke kamar kostnya yang berukuran sedang, di situ ada kamar mandi serta ruangan kecil 'serbaguna' yang merangkap fungsi jadi ruang tamu, ruang makan, juga ruang santai. Di situ tidak ada sofa, hanya meja setinggi lututnya yang lantainya dialasi karpet bulu dan ada 4 buah bantal tergeletak di sekeliling meja itu, ada rak buku, ada TV, ada…. Akh, kenapa aku jadi nyeritain kostan ini.
Sang Mi masuk ke kamar, aku mengikutinya. Setelah meletakkan tasnya di atas meja belajar yang terletak di samping lemari pakaian, Sang Mi langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Aku menghampirinya, pandangannya menerawang pada langit - langit kamar.
"Ling Ki~ya, pogoshiphoyo," lirihnya.
"Ne, Sang Mi~ya. Aku di sini sekarang," bisikku.
"Eomma do, appa do, Sang Doo, oppa, Yeong Mi," tatapannya tak bergeming dari langit - langit kamar.
I'M HOLDING BACK THE TEARS… ponselnya bernyanyi.
"Yeoboseyo eomma," sapanya. Rupanya eomma yang menelfon.
"….."
"Baru pulang dari kampus, eomma," sambungnya.
"….."
"Ne?!?" tiba - tiba air muka Sang Mi tampak shock, "Eo… eonje??" air matanya mulai berlomba meluncur melalui pipinya yang putih mulus itu, "Ne, eomma. Gamsahamnida," menutup percakapannya.
"Waeyo?" tanyaku jadi ikut panik.
Sang Mi semakin terisak, telapak tangan kanannya memegang dahi dan menutupi matanya. Buliran bening itu tetap meluncur di sela - sela jemari dan sebagian mengalir membasahi lengannya.
"Waeyo?" tanyaku lagi, tapi ia masih saja terisak.
Perlahan tangan kanannya turun ke atas sprei biru muda bermotif bunga - bunga itu, telapak tangan yang masih basah oleh air mata itu meremas - remas sprei itu. Punggungnya bergetar akibat isakan yang berusaha ditahan. Kemudian jemarinya meraih ponsel yang tadi tergeletak di sampingnya.
"Yeoboseo, Eun Hye~ya. Tolong besok bilangin ke Yoon Ah, aku tidak bisa datang ke UKM. Tolong juga bilangin ke dosen, aku izin ada keperluan pulang."
"….."
"Gwaenchanayo, emang lagi serak kena gangguan tenggorokan. Mmmh?"
"….."
"Jeongmalyo. Ada perlu aja, kemarin kan aku gak jadi pulang."
"….."
"Ne, eonni~ya," Sang Mi menutup percakapan. Lalu ia tampak tergesa - gesa memasukkan beberapa barang ke dalam tasnya. Setelah mencuci muka dan melapisi wajahnya degan pelembap dan bedak tipis, ia bergegas keluar dan berjalan cepat – cepat menuju halte bis yang tak jauh dari tempat kostnya. Aku terus mengikutinya, sampai ia turun dari bis, menuju stasiun subway, naik 지하철(Jihacheol) sampai tiba di stasiun tujuan, naik bis lagi, sampai kami turun di halte tempat biasa aku menunggu kepulangannya.
"Tunggu dulu!" langkahku terhenti di halte ini, "Kenapa aku bisa sampai ke Seoul?? Kenapa aku bisa mengikutinya?? Dan kenapa Sang Mi tidak perduli aku ada di dekatnya??" aku bergumam sendiri, tapi orang - orang di halte ini pun seakan tidak perduli lagi dan tak melihatku.
Aku berlari, anio... bukan berlari tapi melayang mengejar Sang Mi ke rumah kami. Sesampainya di rumah, entah mengapa, angin seakan membawaku untuk segera pergi ke taman di belakang rumah.
Di taman itu, kulihat Sang Mi sedang duduk bersimpuh di atas hamparan rumput halus tanpa alas apapun. Kelopak matanya tampak sembab dan hidungnya memerah karena menangis. Ia masih terisak di depan gundukan tanah kecil yang masih merah yang di atasnya menancap sebuah marmer biru berukirkan sebuah nama dalam tulisan hangeul 'Shin Ling Ki'.
"Mwo?? Shin Ling Ki?? Bukankah itu nama yang diberikan Sang Mi untukku??" aku mengerjapkan mata tak percaya melihat tulisan di batu nisan itu, "Nan jugotseo?? Am I die??"
"Ling ki~ya, mianhae.... mianhae Ling Ki~ya. Ini semua karena aku," Sang Mi terus menangis pilu, "Seandainya aku pulang kemarin...."
"Sang Mi~ya, narago... ini aku Ling Ki," aku meloncat - loncat di depannya. Tapi ia tak perduli, anio... ia tak bisa melihatku.
"Mianhae... mianhae... Kamu jadi tidak terurus setelah aku kuliah di Seoul," isaknya semakin berat, "Mianhae... mianhae...Ling Ki~ya... mianhae..." ia terus mengucapkan kata - kata itu.
Aku berhenti meloncat - loncat. Rupanya ia benar - benar tidak dapat melihatku lagi. Aku teringat saat sebuah motor menabrakku tempo hari.
Saat itu dengan punggung yang terasa remuk, aku berhasil pulang ke rumah. Ya, saat itu... saat aku dalam pangkuan eomma, semuanya menjadi gelap dan aku tiba - tiba bisa mengikuti Sang Mi ke Seoul. Saat itu, mungkin aku sudah mati. ANDWAE!!! Aku masih ingin menemani Sang Mi. Tolong Tuhan, aku belum mau mati! Aku masih ingin hidup!
"Mianhae....," isak tangis Sang Mi semakin menyayat hatiku.
Kupandangi  lagi gundukan tanah dan batu nisan itu, sudah jelas itu namaku. Tak ada lagi yang bernama Ling Ki di rumah ini, selain aku. Mungkin tubuhku sudah terbaring di bawah gundukan tanah merah itu. Aku sudah mati, benar - benar sudah mati.
Sang Mi bangkit dari duduknya, ia melangkah ke samping kanan lalu memetik beberapa tangkai mawar putih yang hampir mekar.
"Ouch!" Sang Mi meringis,  jemarinya berdarah tertusuk duri - duri di tangkai mawar itu.
"Sang Mi~yaaaa!" aku melompat hendak menjilati lukanya, tapi tak bisa.
Kemudian ia berlutut kembali di depan gundukan tanah itu, meletakan beberapa tangkai mawar putih itu di atasnya. Setelah itu ia bangkit kembali, beranjak masuk ke rumah, meninggalkan aku yang masih tertegun di depan gundukan tanah ini, kuburanku sendiri.
*****
"Ling Ki~ya, mianhaeyo. Jeongmal mianhaeyo, aku tak bisa menjagamu," Sang Mi masih terisak sendiri di kamarnya, "Andai saja aku bisa mengajakmu...."
"Gwaenchana Sang Mi~ya, gwaenchanayo. Mungkin ini memang sudah ajalku," aku ikut berbaring di sampingnya, tapi ia tak bisa melihatku.
"Sekarang tak ada lagi yang menghiburku di saat sedih, tak ada yang kuajak main saat aku senang, tak ada lagi yang setia mendengarkan keluh - kesahku. Walaupun aku punya sahabat juga, tapi kaulah yang paling setia, kau beda. Aku pasti kesepian tanpamu, Ling Ki~ya.
"Geokjeongma Sang Mi~ya, aku akan selalu di sisimu... selamanya. Walaupun kita tidak bisa bercanda lagi, walaupun kau tak bisa membelaiku lagi. Percayalah, aku selalu bersamamu... mendengarkan keluh kesahmu.... aku pun ingin menjagamu... menjadi sahabat abadimu." aku ingin sekali merasakan tangan hangatnya membelaiku, tapi tak mungkin lagi.
"Ling Ki~ya," bisiknya. Sang Mi bangkit duduk di tempat tidur ini, masih memeluk figura yang terpampang fotonya bersamaku.
"Sang Mi, jeonyeok siksareul hapsida," terdengar suara eomma di balik pintu kamar.
"Ne eomma, aku akan segera turun," sahut Sang Mi, sambil menyeka air mata dengan punggung telapak tangannya. Ia pun mengusap permukaan kaca figura yang tertetesi air matanya, meletakkannya kembali di atas meja belajarnya, memandangnya sekilas lalu keluar dari kamar ini.
Aku terpaku menatap figura itu, foto Sang Mi dengan senyum yang secerah mentari pagi sambil menggendong kucing keturunan persia berbulu warma abu - abu. Mataku pun di situ berbinar - binar, setelah dia mengajakku bercanda di taman belakang rumah.
Ya, itulah aku, kucing kesayangannya, tak perduli rasku campuran antara kucing jalanan dengan ibuku yang persia. Aku tak pernah mengenal ayahku, aku hanya kenal Sang Mi dan keluarganya yang sangat menyayangiku, kecuali Sang Doo.
Sang Mi adalah sahabat terbaikku, aku tak kan meninggalkannya walaupun aku sudah tak mempunyai raga lagi. Aku akan setia bersamanya. Aku ingin menjaganya, mendengarkan keluh kesahnya lagi, mendengar tawa renyahnya lagi, mungkinkah?? Aku akan selalu mencintainya, selamanya.

***to be continued***

*Dua episode awal ini kutulis untuk mengenang sahabat - sahabat kecil terbaikku yang mungkin dan telah tiada...  *lebay on* Link, Myoky, Dodoy, Oneng...
Nantikan kisah berikutnya bersama Junsu dan kawan - kawan.